Sabtu, 13 April 2013

Gangguan hutan dan jenis pohon serta fungsinya



GANGGUAN HUTAN

A. Jenis Gangguan Hutan

1. Gangguan Alam
- longsor
- hama/penyakit
- gempa bumi
- kebakaran yang terjadi secara alami
- gelombang pasang
2. Gangguan yang disebabkan oleh aktivitas manusia
(gangguan buatan).
- kebakaran tidak terkontrol
- penebangan
- perladangan
- pemukiman
- industri
- pencemaran
- dll

B. Intensitas Gangguan Hutan

Bergantung pada:
- waktu gangguan terjadi
- jenis gangguan
- luasan akbat gangguan
- pemulihan (lama waktu) dampak gangguan
- jenis komponen lingkungan yang terganggu

C. Jenis dan Akibat Gangguan pada Formasi Hutan

1. Hutan Mangrove
Jenis gangguan
- abrasi
- sedimentasi tidak terkontrol
- pemukiman
- industri/pertambangan
- pencemaran
- tambak
- pertanian
- rekreasi
- kolam penggaraman
Akibat Gangguan
- Invasi Acrosticum aureuin, Acanthus sp. dan
Derris sp.
- penggunaan komunitas tumbuhan mangrove yang sesuai dengan kondisi habitat
- interusi air masim ke daratan
- abrasi pantai meningkat
- potensi perikanan menurun
- kehidupan satwa liar terganggu

2. Hutan Rawa
Jenis gangguan
- kebakaran
- pertanian (terutama kebun kelapa)
- pemukiman
- penebangan
- industri
Akibat Gangguan Hutan
- Invasi rumput rawa (Paspalum sp, Fibrystilissp, dll), Melastoma sp (harendong)
- hutan rawa sekunder (hutan melaleuca, hutan macaranga, hutan Ploiarium alternifolium, hutan Campnosperma coriaceum) dengan jenis-jenis pionir lainnya seperti Alstonia sp.ratoxylum cochinchinense, Scleria spp., Stenochlaena palustris, dll.

3. Hutan Pantai
Jenis Gangguan
- abrasi pantai
- gelombang pasang (tsunami)
- penebangan
- pemukiman
- industri
- rekreasi
Akibat Gangguan
- umumnya berupa perkebunan kelapa
- invasi rumput-rumputan (Ischaemum muticum,
Fhuarea involuta, Zoysia matrella) dan terna
(Nephrolopis biserrata)
- interusi air masim ke daratari/pedalaman
- abrasi pantai meningkat

4. Hutan Kerangas
Jenis Gangguan
- penebangan
- kebakaran Akibat Gangguan
- areal hutan menjadi savana
- invasi herba insectivora di tempat terbuka seperti Drosera, Nepenthes, dan Urticularia.
Selain itu terdapat juga Myrmecodia (epifit).
- tanah tandus berpasir Hutan Musim
Jenis Gangguan
- penebangan
- kebakaran
- penggembalaan
- pertanian
Akibat Gangguan
- hutan Casuarina junghuhniana (akibat kebakaran
- hutan jati (tahan terhadap kebakaran)
- hutan campuran Dodonaea viscosa, Enggelhardtia
spicata, Homalanthus gigantheus, Vernonia
arborea, Weinmannia blumei.



Jenis pohon dan fungsinya.

A. Untuk Rehabilitasi lahan kritis

1. Hutan Lindung

a. Schima noronhae,
b. Altingia excelsa,
c. Schima bancana,
d. Peronema canescens,
e. Acacia decurrens,
f. Cassia siamea,
g. Pterocarpus indicus,
h. Duabanga maluccana,
i. Schima wallchii,
j. Melaleuca leucadendron,
k. Eucalyptus deglupta,
l. Quercus sp. ,
m. Shorea atenoptera,
n. Aleurites inaluccana,
o. Arenga pinnata,
p. Anacardium occidentale,
q. Parkia speciosa,
r. Bambussa sp.,
s. Gnetum gnemon,
t. Artocarpus Integra,
u. Gosampinus heptaph,
v. Durio zibethinus.

2. Hutan Konservasi

a. Ficus benjamina ,
b. Tamarindus indloa,
c. Antidesma bunius,
d. Adenanthera pavonin
e. Mangifera sp.,
f. Canarium sp.,
g. Eugenia sp. ,
h. Lagers trosnia sp.,
i. Durio sp. ,
j. Artocarpus integra

3. Hutan Produksi

a. Tectona grandis,
b. Eucalyptus deglupta,
c. E. urophylla,
d. Acacia mangium,
e. A. decurrens,
f. Swietenia macrophylla,
g. Pterocarpus indicus,
h. Dalbergia latifolia,
i. Pinus merkusii
j. Paraserianthes falcataria




B. Untuk Areal Bekas Tebangan HPH

a. Dryobalanopa aromatica,
b. Shorea acuminatisima ,
c. S. leprosula,
d. S. parvifolia,
e. S. pinanga,
f. Gonystilus bancanus,
g. Dipterocarpus lowii,
h. Shorea zeylanica,
i. Diospyros celebica,
j. Agathis borneensis,

C. Untuk Hutan Tanaman Industri

1. Kayu Pertukangan
a. Tectona grandis,
b. Swietenia macrophylla,
c. Parashorea sp.,
d. Pinus merkusli,
e. Acacia mangiiun,
f. Eucalyptus deglupta,
g. Shorea sp.,
h. Dipterocarpus sp. ,
i. Dryobalanops aromatica,
j. Gonystilus bancanus,
k. Pometia pinnata,
l. Peronema canescens,
m. Santalum album,
n. Diospyros celebica.

2. Pulp dan Rayon

a. Pinus merkusii
b. Agathis lorantifolia,
c. Eucalyptus urophylla,
d. Acacia mangium
e. Eucalyptus deglupta,
f. Paraserianthes falcataria,
g. Anthocephalus chinensis,
h. Araucaria ciminghamii

3. Kayu Energi/Kayu Bakar

a. Duabanga moluccana,
b. Leucaena leucocephala,
c. Acacia mangium,
d. Eucalyptus urophylla,
e. Gmelina arborea,
f. Acacia auriculiformis,
g. Sesbania grandifolia,
h. Calliandra calothyrsus,
i. Casuarina equisetifolia,
j. C. junghuniana,
k. Glirisidia sepium,
l. Rhizophora sp.

4. kayu Mewah/Indah dan Rot

a. Calamus sp.,
b. Santalum album,
c. Diospyros celebica,
d. Maniikara kauki,
e. Gonystilus bancanus,
f. Dalbergia latilolia,
g. Pericopsis moniana,
h. Eusideroxylon zwageri,
i. Dracontomelon mangifera,
j. Pometia pinnatak. A. hamii.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar