Selasa, 09 April 2013

                    AIR TANAH – LENGAS/KELEMBABAN TANAH (SOIL MOISTURE)
Pengertian Air Tanah :




AIR TANAH :
air yang mengisi semua rongga dalam suatu zone dari tubuh tanah, yg memiliki tekanan hidrostatik > tekanan atmosfir, dan sebelah atasnya dibatasi oleh bidang freatik.
Bidang Freatik :
Batas teratas yang bebas dari air tanah, dimana tekanan hidrostatiknya = tekanan atmosfir
Lengas Tanah :
air yang terikat secara adsorbtif pada permukaan butir2 tanah atau air yg terdapat dalam tanah yg terikat oleh gaya ikat matrik, osmosis dan kapiler

 TAMBAHAN :
Gaya Matrik (adhesi) : gaya tarik menarik antara partikel tanah dgn molekul air
Gaya Osmotik (Kohesi) : pengikatan air oleh molekul2 air terlarut (solute)
Gaya Gravitasi : cenderung menarik molekul2 air tanah ke arah bawah
Gaya Kapiler : molekul2 air yang bertarikan karena tegangan permukaan
G.Matrik dan Osmotik umumnya menurunkan tingkat energi air tanah. G.Gravitasi sebalikknya.

2. Kepentingan/Manfaat Air :
Bagi Tumbuh-Tumbuhan : Bagian Penyusun tubuh tumbuhan.
Dalam Tanah : Melindih UH turun ke bawah bersama air tanah.
Dalam Pengolahan Tanah : Mengendalikan perubahan suhu tanah.




5.Faktor Yg Mempengaruhi Jumlah Air Tersedia.

Sifar Tanah :
    1.Daya hisap/gaya matrik tanah;
    2.Tekstur, Struktur dan Bahan Organik (Fakktor2 yg berpengaruh terhadap daya menahan air). Tanah bertekstur halus mempunyai kapasitas total menahan air tertinggi, tanah bertekstur sedang mempunyai jumlah air tersedia tertinggi. BO selain menahan air, juga berperan dalam pembentukan struktur dan porositas tanah.
     3.Jika semua faktor sama, tanah bersolum dalam mempunyai air tersedia lebih banyak
    4.Lapisan Keras tidak tembus air memperlambat pergerakan air dan daya tembus akar serta perkembangannya.

Faktor Tumbuhan :
    1.Bentuk perakaran
    2.Daya tahan terhadap kekeringan
    3.Stadia/tingkat pertumbuhan
Iklim :
    1.Temperatur
    2.Kelembaban
    3.Kecepatan angin
Pergerakan air ke akar :
1.Aliran massa
2.Pertumbuhan akar ke arah tanah yg lembab.

6. Pola Pengambilan Air Tanah oleh Tumbuhan.
Jika kadar air tanah di seluruh daerah perakaran rendah, tumbuhan akan mengabsorpsi air secepatnya pada tanah Lapisan Atas (Top Soil). Begitu tanah mulai mengering dan tegangan air di permukaan meningkat, pengambilan air bergeser ke Lapisan Bawah. Bila lapisan atas dibasahi kembali (hujan, irigasi), maka pengambilan air bergeser lagi ke lapisan atas.
Akibat pola di atas, maka :
1.Penetrasi akar makin dalam pada tanah relatif kering dibanding tanah relatif basah sepanjang tahun.
2.Pengambilan air lebih banyak pada tanah lapisan atas dibanding tanah lapisan bawah.

7. Hubungan Kadar Air Tanah (Soil Moisture) dgn Pertumbuhan Tanaman.
Pada kadar air tinggi, kekurangan udara mungkin dpt menjadi penghambat pertumbuhan tanaman.
Kecepatan pertumbuhan mencapai maksimum pada keadaan lengas tanah berada di sekitar Kapasitas Lapang (KL), karena oksigen cukup tersedia dan tegangan air cukup rendah sehingga memudahkan absorpsi air.
Begitu air diserap, lapisan air menjadi tipis dan tegangan air meningkat, jadi absorpsi air menurun. Ini berlangsung sampai kadar air mendekati Titik Layu (TL). Pada TL, laju pertumbuhan dan fotosintesis umumnya menurun.

8. Peranan Air Tanah dalam Absorpsi UH.
Akar tumbuhan tidak menyerap Larutan Tanah yg mengandung hara.
Air tanah memasuki akar sebagai Air Murni tanpa perduli apakah hara yg terlarut di dalamnya terbawa serta.
Hara masuk ke akar melalui proses tersendiri. Tetapi hara yg terlarut bergerak mendekati akar bersama-sama pergerakan air kapiler (penting untuk penyediaan hara bg tanaman).

9. Tegangan Lengas Tanah (TLT).
Tegangan Lengas Tanah (TLT) merujuk kpd Usaha yg perlu dilakukan pada setiap satuan massa air untuk membuatnya berada dlm keadaan bebas dan murni.
>>>usaha, >>>TLT. Satuannya cm, bar, pF. Alat ukur : Tensiometer.
TLT = 0 cmH2O atau 0 bar artinya air dalam tanah berada dalam keadaan bebas karena jumlahnya berlebihan.
TLT = pF 7 atau 107 cmH2O atau 104 bar artinya tanah nyaris tidak mengandung air (keadaan ekstrim kering)

TLT digunakan untuk mengklasifikasi air dalam tanah sbb:
 Tanah Jenuh     semua pori terisi penuh air dgn TLT = 0 cmH2o, 0 bar, pF0
Kapasitas Lapang : jumlah air yg dikandung tanah setelah air gravitasi tersingkirkan atau keadaan tanah yg cukup lembab yg menunjukkan jumlah air terbanyak yg dapat ditahan oleh tanah terhadap gaya tarik gravitasi. TLT = 346 cmH2O, 0,3 bar, pF2,54
Titik Layu Tetap (Titik Layu Permanen) : tingkat kelengasan tanah yg menyebabkan tumbuhan mulai memperlihatkan gejala layu. Kadar lengas tanah tidak cukup untuk mensuplai jumlah air yg diperlukan untuk mempertahankan turgor jaringan tumbuhan. Tumbuhan akan layu baik siang maupun malam hari. TLT = 15.849 cmH2O, 15 bar, pF4,17
Koefisien Higroskopis : jumlah lengas tanah yg diadsorpsi permukaan partikel tanah dari uap air dlm atmosfir yg berkelembaban kira2 100%. TLT = 31.623 cmH2O, 31 bar, pF4,5



Klasifikasi Fisik :
Air bebas : air dipegang tanah antara pF 0 dan 2,54 (antara jenuh dan KL)
Air Kapiler : pF2,54 dan 4,5 (antara KL dan Koef.Higroskopis)
Air Higroskopis : pF 4,5 dan 7 (antara Koef.Higroskopis dan kadar air tanah setelah dikeringkan pd suhu 105 -110o  C sampai tidak ada lagi air yg menguap.

Klasifikasi Biologi :
Air Kelebihan/tidak berguna : setara dengan air bebas menurut klasifikasi fisik.
Air tersedia : air yg terdapat antara KL dan Titik Layu Permanen (pF 2,5-4,17).
Air Tidak Tersedia : air yg dipegang tanah dgn tegangan di atas tegangan pada titik layu permanen (di atas pF 4,2).